Presiden Donald Trump mengumumkan pembentukan Super Intelligence Force (SIF) lewat posting Truth Social pada Minggu 4 Oktober, menurut laporan CBS News. Gugus tugas ini dipimpin Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton, dengan ketua FTC Andrew Ferguson, pejabat teknologi Pentagon Emil Michael, dan direktur OPM Scott Kupor sebagai wakil ketua — semuanya melapor langsung ke Trump dan kepala staf Gedung Putih Susie Wiles.

SIF ditugaskan mengoordinasikan upaya pemerintah federal agar Amerika terus memimpin di bidang super intelligence — istilah yang kini dipakai pemerintah AS sebagai pengganti artificial intelligence — sekaligus merencanakan ancaman berbasis AI bagi masyarakat sambil mencegah over-regulasi. Mereka punya waktu 120 hari untuk menyampaikan laporan tentang risiko dan peluang AI, dan pembentukannya menyusul pertemuan para eksekutif OpenAI, Anthropic, Google, Meta, Nvidia, dan SpaceXAI di Gedung Putih yang menandatangani standar keselamatan sukarela.

Sumber: USA Today