Kementerian perdagangan dan sains Tiongkok mengusulkan penambahan 23 teknologi AI ke katalog kontrol ekspor, dengan masa komentar publik hingga 15 November. Bobot model memerlukan lisensi bila melampaui 10 pangkat 26 operasi komputasi, 2 triliun parameter, atau peringkat 10 besar global, sementara teknologi yang sudah open source tetap dikecualikan.

Aturan ini penting karena menandai babak baru perebutan teknologi AI: bukan lagi sekadar chip, melainkan bobot model dan agen itu sendiri. Model Qwen3.8 Alibaba sebesar 2,4 triliun parameter yang sudah publik tidak terdampak, tetapi penerusnya sebesar itu harus mengajukan berkas dulu. Sementara itu, pemanggilan model Tiongkok lewat API, aplikasi, atau SaaS berada di luar rancangan ini.

Sumber: The Diary of AI