OpenAI mengungkap dan memblokir dua operasi pengaruh: kampanye Rusia “Dark Clark” yang menyebar disinformasi di Amerika Latin dan jaringan Iran “Bogus Bylines” yang menanam hampir 100 artikel palsu di media sungguhan memakai ChatGPT. Sekitar selusin media di seluruh dunia memuat artikel dari tujuh jurnalis palsu, menurut laporan tersebut.
Perusahaan itu mengatakan telah memblokir akun ChatGPT yang meminta alat tersebut dalam bahasa Farsi untuk mengubah artikel dan pitch editorial, serta menghasilkan komentar media sosial. Temuan ini menjadi pengingat bahwa senjata disinformasi masa kini bukan lagi sekadar bot — melainkan teks yang ditulis AI dan cukup meyakinkan untuk lolos ke ruang redaksi sungguhan.
Sumber: AI;DR


