Hadiah Nobel Perdamaian 2026 diberikan kepada ahli hukum hak asasi manusia Afrika Selatan, Navi Pillay — diumumkan di Oslo pada 9 Oktober, di tengah konflik Ukraina dan Timur Tengah yang terus memanas. Pengumuman ini mendominasi agenda internasional hari Jumat, berdampingan dengan serangan Ukraina ke dalam Rusia dan gangguan penerbangan Saudi akibat serangan Houthi.
Beberapa jam setelah Pillay menerima penghargaan, Amerika Serikat justru menjatuhkan sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional — kontras yang menggarisbawahi tarik-menarik global soal akuntabilitas kejahatan berat, dan mengapa penghargaan tahun ini dibaca sebagai pernyataan sikap, bukan sekadar seremoni.
Sumber: Open Chronicle


