Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyatakan pada 14 Oktober 2026 bahwa sebuah kapal kontainer bermuatan lebih dari 2.500 peti kemas tenggelam di selatan Selat Hormuz setelah menghantam ranjau laut saat memakai rute yang disebut Teheran tidak sah. Kapal itu terbakar, dan pihak Iran memperingatkan kapal-kapal setempat soal puing yang mengapung.
Verifikasi independen masih terbatas, dan pihak Iran belum merilis identitas kapal maupun detail awaknya. Ini adalah penenggelaman pertama yang dikaitkan Iran dengan ranjau selama perang, dan memperkuat pola Teheran yang memperlakukan rute di luar kendalinya sebagai rute musuh, sementara harga minyak mentah Brent bertahan di atas 106 dolar AS per barel.
Sumber: AND Magazine


