Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menggelar World Trade and Tech Day 2026 pada 14 September dengan fokus kecerdasan buatan. Acara sehari penuh ini mengkaji bagaimana AI semakin menyatu dengan perdagangan internasional. Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala menyebut revolusi AI bisa mengubah perdagangan global dengan menurunkan biaya perdagangan dan meningkatkan pertumbuhan produktivitas, terutama di sektor jasa.
Okonjo-Iweala mencatat volume perdagangan barang global tumbuh 4,6 persen pada 2025, dengan sekitar 42 persen pertumbuhan berasal dari perdagangan produk terkait AI. Ia menjelaskan ketergantungan AI pada perdagangan dengan kalimat yang kini banyak dikutip: semikonduktor dirancang di satu negara, dibuat di negara lain, dikemas dan diuji di tempat lain, dirakit menjadi server di negara keempat, lalu dipasang di pusat data di seluruh dunia — tanpa perdagangan, tidak ada komputasi. WTO juga menerbitkan basis data studi kasus dan berharap diskusi acara ini membantu membentuk kebijakan baru serta koherensi regulasi lintas batas.
Sumber: Digital Watch Observatory


