Warga Swedia memberikan suara pada 13 September 2026 untuk memilih parlemen, dalam pemilu yang bisa mengubah perdana menteri sekaligus susunan pemerintahan. Perdana Menteri Ulf Kristersson menjanjikan posisi kabinet kepada Sweden Democrats yang anti-imigrasi jika bloknya menang, padahal partai itu selama ini hanya mendukung pemerintahannya dari luar.
Sebagai sekutu NATO, pemerintahan Swedia ikut membentuk kerja sama pertahanan Eropa, dan dukungan terhadap Ukraina tetap luas di semua kubu utama, sehingga pergantian kepemimpinan tidak otomatis berarti pembalikan arah. Hasil pemilu belum tersedia dalam laporan pagi, tetapi taruhannya jelas: apakah Sweden Democrats akhirnya masuk ke dalam pemerintahan atau tetap menjadi pendukung dari luar.
Sumber: World For Us


