NASA dan IBM merilis model kecerdasan buatan open source pada 13 September 2026 yang dirancang membaca permukaan Bulan. Model ini menemukan es dan kawah hingga 23 persen lebih akurat dibandingkan metode sebelumnya, memberi para ilmuwan alat baru untuk memetakan sumber daya Bulan yang krusial bagi misi eksplorasi masa depan.
Keberadaan es di Bulan sangat penting karena bisa diolah menjadi air minum, oksigen, hingga bahan bakar roket bagi misi jangka panjang. Dengan merilis model ini secara terbuka, NASA dan IBM membuka peluang bagi peneliti di seluruh dunia untuk memanfaatkannya, sekaligus menunjukkan bagaimana AI mempercepat penemuan ilmiah di bidang antariksa.
Sumber: Kim Kyung-jin


