Bank Jepang menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase menjadi 1,25 persen pada 18 September 2026, level tertinggi sejak 1995, dengan alasan tekanan inflasi dari biaya energi yang naik dan yen yang lemah, serta memberi sinyal kenaikan lanjutan. Keputusan ini diambil di tengah krisis bahan bakar perang Iran yang mendorong harga energi global.

Kenaikan ini menandai babak baru normalisasi kebijakan moneter Jepang setelah puluhan tahun suku bunga ultra-rendah. Bagi pasar global, langkah Bank Jepang menjadi sinyal penting lain di minggu yang bergejolak, di mana harga minyak, inflasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed saling tarik-menarik.

Sumber: Wikipedia Current Events